Konsultan Keuangan

Menggunakan jasa seorang konsultan keuangan memang menjadi pilihan bagi banyak pengusaha, terutama pengusaha yang masih baru dalam menjalankan bisnisnya. Dengan menggunakan jasa seorang konsultan yang ahli dalam bidang keuangan, seorang pengusaha akan mendapatkan sebuah saran. Saran yang terkait dengan sistem pengaturan anggaran yang dinilai terbaik untuk perusahaan tersebut.

 

Memahami Kinerja Konsultan Keuangan

 

Meskipun seorang konsultan di bidang keuangan dapat dikatakan sebagai penyelamat bisnis yang baru tumbuh, tak banyak orang yang menyebarkan mitos-mitos terkait jasa ini. Mitos-mitos tersebut sebenarnya dibuat agar sebuah perusahaan baru tidak menggunakan jasa konsultan di bidang keuangan dan memilih mengaturnya sendiri. Baca juga Tips Memilih Jasa Riset Pemasaran.

 

Alhasil, kebangkrutan adalah ujung dari hal ini. Tak heran jika kebanyakan orang menduga mitos ini disebarkan dengan sengaja oleh kompetitor yang telah berkuasa di bidang bisnis tertentu untuk mencegah saingan baru. Berikut adalah mitos-mitos tersebut.

 

Pemborosan

Sebuah jasa konsultan keuangan dikabarkan akan enggan melakukan penghematan terhadap anggaran anda. Jadi, jika anda meminta mereka untuk membuatkan anda sebuah skema anggaran dengan baik, maka yang mereka lakukan adalah membuat skema yang terlihat begitu rumit sehingga anda tidak akan sempat memeriksa pengeluaran di setiap aspek kecil dari sistem anggaran.

 

Faktanya, hal ini tidaklah benar. Seorang klien berhak meminta sang konsultan untuk menekan segala alokasi pembiayaan untuk keperluan penghematan selama hal itu masih masuk akal. Selain itu, adalah tugas seorang konsultan di bidang keuangan untuk mengerti keinginan klien dan memangkas anggaran sekecil mungkin demi tujuan penghematan selama hal itu masih mungkin dilakukan.

 

Skema Anggaran Umum

Anggaran memang mudah. Hal yang perlu dilakukan adalah mengalokasikan sebagian untuk promosi, sebagian lain untuk gaji, dan sebagian lagi untuk simpanan atau kas perusahaan. Mudah, bukan? Inilah yang dilakukan oleh para konsultan keuangan. Pekerjaan mereka tidak lain adalah untuk membuat skema anggaran yang sudah diketahui banyak orang seperti itu. Jika seperti ini, untuk apa seorang konsultan dipekerjakan?

 

Faktanya tidaklah seperti itu. Seorang konsultan harus mengerti keinginan kliennya dan juga meminta klien untuk memberikan gambaran secara garis besar terkait sistem anggaran yang ingin dibuatnya. Dengan begitu, seorang konsultan dapat memahami apa yang sebenarnya ingin dibuat oleh pemilik perusahaan klien.

 

Selain itu, membuat skema anggaran umum tentu tidak akan membuat konsultan tersebut menjadi konsultan terpercaya. Hal ini tentu berkebalikan dengan prinsip semua konsultan dimana kepercayaan klien adalah yang utama untuk mendapatkan langganan.

 

Menguasai

Hal ini sangat ditakuti oleh banyak pemilik perusahaan. Bagaimana tidak? Seorang konsultan keuangan yang pada mulanya bertugas membantu sang pemilik perusahaan untuk menyusun suatu skema anggaran, justru berbalik ingin menguasai keuangan tersebut. Hal ini tentu akan berujung pada kemungkinan penggelapan anggaran apabila sang pemilik perusahaan tidak berhati-hati.

 

Faktanya, hal ini tidak mungkin terjadi. Mengapa demikian? Jawabannya sudah jelas, yakni karena seorang pemilik perusahaan berhak melihat dan meninjau ulang setiap keputusan yang dibuat oleh sang konsultan. Dengan begitu, apabila ditemukan adanya anomali atau keanehan, sudah seawajarnya bila sang pemilik perusahaan mengetahui hal itu dan mengambil tindakan jitu.

 

Itulah 3 mitos yang dibantah dengan masing-masing fakta mengenai konsultan keuangan. Dunia bisnis memang dapat dikatakan sebagai dunia yang kejam. Oleh karenanya, tak heran bila sebuah mitos dan rumor lantas disebarluaskan untuk menakuti para pengusaha baru sehingga akan berdampak pada berkurangnya jumlah pesaing.