Contoh Studi Kelayakan/Bisnis Plan

Contoh Studi Kelayakan/Bisnis Plan

Contoh Bisnis Plan/ Studi Kelayakan

ASPEK KEUANGAN

Aspek ini membahas kelayakan investasi dari segi keuangan, kelayakan ini merupakan kunci didalam sebuah studi kelayakan. Aspek ini menggambarkan seberapa menguntungkan usaha yang akan dibangun untuk mengembalikan besar modal yang diberikan atau diivestasikan oleh pemilik modal. Aspek ini terdiri dari beberapa tahapan yang terdiri dari pembuatan asumsi studi kelayakan/bisnis plan, perhitungan investasi, perhitungan pendapatan, perhitungan harga pokok penjualan, perhitungan laba rugi, perhitungan cash flow dan perhitungan kelayakan investasi.

V.1. Asumsi-asumsi yang digunakan
Asumsi dihitung atau digunakan sebagai acuan dalam melakukan perhitungan dalam tahapan berikutnya. Asumsi menghindarkan perhitungan dari ketidakpastian, dimana bisa timbul terkait banyaknya standart harga, tidak adanya penetapan harga dan perubahan harga. Berikut perumusan asumsi:

No Tahapan Perhitungan Asumsi yang Digunakan
1 Perhitungan Investasi Perhitungan pendirian bangunan mengacu pada data konstruksi yang dikeluarkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum untuk wilayah Sumatera Selatan
Perhitungan Biaya Perabotan, peralatan dan mesin mengacu kepada Harga Pasar

2 Perhitungan Pendapatan Perhitungan pendapatan kamar menggunakan tingkat Okupansi Rate Provinsi Sumatera Selatan
Tarif kamar dilihat berdasarkan harga yang diberi pesaing
Tarif ballroom disesuaikan dengan harga pesaing
Tarif sewa ruang kantor disesuaikan dengan harga sewa rata-rata di Kota Palembang
Pendapatan Coffe Shop dihitung dari pembelian rata-rata pengunjung dikalikan jumlah pengunjung
Perhitungan Harga pokok Penjualan Menggunakan pendekatan Material Langsung, Tenaga Kerja Langsung dan Overhead
Harga Material langsung mengikuti harga pasar
Harga Tenaga kerja langsung mengikuti upah minimum regional kota Palembang ditambah tunjangan kesehatan
Harga Tarif listrik mengikuti tariff PLN
Harga Tarif air mengikuti tariff PDAM
Tenaga kerja administarasi, marketing, SDM, Keuangan tidak termasuk kedalam Harga Pokok Penjualan.
Perhitungan Laba-rugi Tarif Pajak Mengikuti Ketentuan yang Berlaku
Tidak dilakukan perhitungan Depresiasi
Perhitungan Cash flow Cash flow adalah laba bersih
Tidak ada rencana re-investasi
Perhitungan Kelayakan Perhitungan NPV untuk 5 Tahun
Perhitungan Payback periode
Perhitungan MARR mengacu kepada tingkat suku bungan dan Inflasi

2. Perhitungan Investasi
Investasi adalah biaya atau besarnya uang yang dikeluarkan oleh pemilik usaha mulai dari perencanaan sampai usaha mulai berjalan. Investasi berupa biaya perencanaan berupa pembuatan perusahaan, pengurusan izin, pembuatan desain dan rencana bangunan, pra dan studi kelayakan dan sebagainya. Selanjutnya investasi untuk mendirikan bangunan dan melengkapi bangunan dengan peralatan, perabotan dan mesin. Berikut adalah perencanaan investasi:
No Jenis Investasi Kebutuhan Biaya Persentase

1 Pra Investasi
Permit/license 1,292,830 0.8
Land Area 17,159,808 10.58
Perencanaan Arsitektur, MEP, QS, BQ & Interior 3,623,078 2.23

2 Building Investement-Hotel
Hotel Building, M/E & Furniture 97,358,780 60.02
Hotel Room, Fixture & Equipment 10,894,503 6.72
Building Investment – Office
Office Building, M/E & Furniture 17,180,961 10.59
Equipment 0 0

3 Pre-Operating Invesment
Pre-operating 1,800,00 1.11
IDC 12,897,249 7.95
Total 162,207,209 100

V.2. Perhitungan Pendapatan Hotel
Pendapatan hotel dihitung berdasarkan jumlah kamar yang terpakai sesuai dengan jenisnya masing-masing. Pemakaian kamar hotel dibagi berdasarkan tingkat okupansi yang berbeda-beda dari jenis kamar yang disewa. Diasumsikan ketersediaan kamar selalu ada dan digunakan selama satu tahun (365 hari) untuk masing-masing jenis kamar. Adapun perhitungan pendapatan hotel yang diperoleh dari penyewaan kamar hotel dan ballroom dengan berbagai tingkat okupansi dapat dilihat pada Lampiran 1.

V.3. Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP)
Perhitungan Harga Pokok Produksi terdiri dari perhitungan HPP untuk hotel dan restoran. Perhitungan HPP dilakukan untuk tingkat okupansi yang berbeda-beda. Adapun perhitungan HPP secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 2.

V.4. Laporan Laba-Rugi
Laporan laba-rugi proyek pembangunan hotel 4 tingkat dibuat berdasarkan tingkat okupansi yang berbeda-beda. Adapun laporan laba-ruginya dapat dilihat pada Lampiran 3.

V.5. Perhitungan Pay Back Period (PBP)
Perhitungan PBP dilakukan untuk melihat berapa lama waktu yang diperlukan untuk sampai pada titik impas. Nilai seluruh investasi pembangunan hotel 11 tingkat (biaya bangun hotel, inventaris, dan tanah) berjumlah Rp. 162.207.209.000. Adapun pada tingkat okupansi 70% Break Event Point terjadi pada tahun ke 7 atau tahun 2023. Untuk perhitungan PBP secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 4.

V.6. Perhitungan Internal Rate Return (IRR)
Adapun perhitungan IRR dari masing-masing tingkat okupansi adalah sebagai berikut:
Tingkat Okupansi 70%
Diketahui nilai investasi hotel 11 tingkat (biaya bangun hotel, inventaris, dan tanah) berjumlah Rp. 162.207.209.000.
MARR 10%
Dengan menggunakan MARR 10%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 281,099,791,773 – Rp. 162.207.209.000.
= Rp. 118,892,582,773

MARR 12%
Dengan menggunakan MARR 12%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 233,042,148,432 – Rp. 162.207.209.000.
= Rp. 70,834,939,432

MARR 15%
Dengan menggunakan MARR 15%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 181,475,117,430 – Rp. 162.207.209.000.
= Rp. 19,267,908,430

MARR 17%
Dengan menggunakan MARR 17%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 157.331.056.879 – Rp. 162.207.209.000.
= – Rp. 4,876,152,121

Dari perhitungan di atas terlihat bahwasanya dengan MARR 17%, nilai NVP sudah negatif. Maka dapat dihitung nilai IRR dengan menggunakan Trial and Error Method.

IRR=16%+[(5.195.885.772/(5.195.885.772+4.876.151.121))x(16%-15%) ] = 16.5%
Karena nilai IRR (16.5%) > MARR (15%), maka proyek pembangunan hotel ini dikatakan layak (feasible).

Tingkat Okupansi 60%
Diketahui nilai investasi hotel 4 tingkat (biaya bangun hotel, inventaris, dan tanah) berjumlah Rp. 162.207.209.000.
MARR 10%
Dengan menggunakan MARR 10%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 222,698,118,331 – Rp. 162.207.209.000
= Rp. 60,490,909,331

MARR 12%
Dengan menggunakan MARR 12%, maka nilai NPV-nya adalah:

NPV = Rp. 183,800,879,199 – Rp. 162.207.209.000.
= Rp. 21,593,670,199

MARR 15%
Dengan menggunakan MARR 15%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = 142,192,388,133 – Rp. 162.207.209.000.
= – Rp. 20,014,820,867
MARR 14%
Dengan menggunakan MARR 14 %, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 155,257,535,381 – Rp. 162.207.209.000.
= – Rp. 6,949,673,619
Dari perhitungan di atas terlihat bahwasanya dengan MARR 14%, nilai NVP sudah negatif. Maka dapat dihitung nilai IRR dengan menggunakan Trial and Error Method.

IRR=13%+[(5.175.297.465/(5.175297465+6.949.673.619 ))x(16%-15%) ] = 13,4%
Karena nilai IRR (13.4%) > MARR (10% dan 12%), tetapi lebih kecil dari 15%, maka proyek pembangunan hotel ini dikatakan layak (feasible) dengan tingkat okupansi 60% jika investor menggunakan MARR < 13%.

Tingkat Okupansi 50%
Diketahui nilai investasi hotel 11 tingkat (biaya bangun hotel, inventaris, dan tanah) berjumlah Rp. 162.207.209.000.
MARR 10%
Dengan menggunakan MARR 10%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 163,426,006,845 – Rp. 162.207.209.000.
= Rp. 1,218,797,845

MARR 12%
Dengan menggunakan MARR 12%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 133,865,090,777 – Rp. 162.207.209.000.
= – Rp. 28,342,118,223

MARR 15%
Dengan menggunakan MARR 15%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = 102,395,763,615 – Rp. 162.207.209.000.
= – Rp. 59,811,445,385
Dari perhitungan di atas terlihat bahwasanya dengan MARR 12%, nilai NVP sudah negatif. Maka dapat dihitung nilai IRR dengan menggunakan Trial and Error Method.

IRR=10%+[(1.218.797.845/(1.218.797.845+28.342.118.223))x(12%-10%) ] = 10,08%
Karena nilai IRR (10,08%) > MARR (10%) tetapi kurang dari MARR 12% dan 15%, maka proyek pembangunan hotel ini dikatakan layak (feasible) dengan tingkat okupansi 50% jika investor menggunakan MARR 10%.
Tingkat Okupansi 40%
Diketahui nilai investasi hotel 11 tingkat (biaya bangun hotel, inventaris, dan tanah) berjumlah Rp. 162.207.209.000. Dari hasil perhitungan semua nilai NVP untuk setiap nilai MARR adalah negatif. Maka tidak bisa dilakukan perhitungan IRR. Dengan kata lain proyek ini dengan tingkat okupansi 40% adalah tidak layak (unfeasible).

V.7. Perhitungan Benefit Cost Ratio (BCR)
Perhitungan Benefit Cost Ratio (BCR) adalah dengan membandingkan nilai beban biaya yang terdiri dari harga pokok produksi jasa, biaya operasional, biaya pokok pinjaman dan biaya pajak dengan Laba atau keuntungan yang diperoleh perusahaan. Nilai BCR berbeda-beda setiap tingkat okupansi yang berbeda-beda dan juga berbeda-beda berdasarkan nilai MARR-nya. Apabila nilai BCR > 1, maka proyek menguntungkan. Sedangkan apabila BCR < 1, maka proyek merugikan.
Adapun nilai BCR untuk setiap tingkat okupansi dapat dilihat pada tabel 3.3 berikut ini:

No Tingkat Okupansi MARR BCR
1 70% 10% 0.67
12% 0.67
15% 0.68
2 60% 10% 0.55
12% 0.55
15% 0.54
3 50% 10% 0.40
12% 0.39
15% 0.38
4 40% 10% 0.22
12% 0.20
15% 0.18

Aspek ini membahas kelayakan investasi dari segi keuangan, kelayakan ini merupakan kunci didalam sebuah studi kelayakan. Aspek ini menggambarkan seberapa menguntungkan usaha yang akan dibangun untuk mengembalikan besar modal yang diberikan atau diivestasikan oleh pemilik modal. Aspek ini terdiri dari beberapa tahapan yang terdiri dari pembuatan asumsi, perhitungan investasi, perhitungan pendapatan, perhitungan harga pokok penjualan, perhitungan laba rugi, perhitungan cash flow dan perhitungan kelayakan investasi.

V.1. Asumsi-asumsi yang digunakan
Asumsi dihitung atau digunakan sebagai acuan dalam melakukan perhitungan dalam tahapan berikutnya. Asumsi menghindarkan perhitungan dari ketidakpastian, dimana bisa timbul terkait banyaknya standart harga, tidak adanya penetapan harga dan perubahan harga. Berikut perumusan asumsi:

No Tahapan Perhitungan Asumsi yang Digunakan
1 Perhitungan Investasi Perhitungan pendirian bangunan mengacu pada data konstruksi yang dikeluarkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum untuk wilayah Sumatera Selatan
Perhitungan Biaya Perabotan, peralatan dan mesin mengacu kepada Harga Pasar

2 Perhitungan Pendapatan Perhitungan pendapatan kamar menggunakan tingkat Okupansi Rate Provinsi Sumatera Selatan
Tarif kamar dilihat berdasarkan harga yang diberi pesaing
Tarif ballroom disesuaikan dengan harga pesaing
Tarif sewa ruang kantor disesuaikan dengan harga sewa rata-rata di Kota Palembang
Pendapatan Coffe Shop dihitung dari pembelian rata-rata pengunjung dikalikan jumlah pengunjung
Perhitungan Harga pokok Penjualan Menggunakan pendekatan Material Langsung, Tenaga Kerja Langsung dan Overhead
Harga Material langsung mengikuti harga pasar
Harga Tenaga kerja langsung mengikuti upah minimum regional kota Palembang ditambah tunjangan kesehatan
Harga Tarif listrik mengikuti tariff PLN
Harga Tarif air mengikuti tariff PDAM
Tenaga kerja administarasi, marketing, SDM, Keuangan tidak termasuk kedalam Harga Pokok Penjualan.
Perhitungan Laba-rugi Tarif Pajak Mengikuti Ketentuan yang Berlaku
Tidak dilakukan perhitungan Depresiasi
Perhitungan Cash flow Cash flow adalah laba bersih
Tidak ada rencana re-investasi
Perhitungan Kelayakan Perhitungan NPV untuk 5 Tahun
Perhitungan Payback periode
Perhitungan MARR mengacu kepada tingkat suku bungan dan Inflasi

2. Perhitungan Investasi
Investasi adalah biaya atau besarnya uang yang dikeluarkan oleh pemilik usaha mulai dari perencanaan sampai usaha mulai berjalan. Investasi berupa biaya perencanaan berupa pembuatan perusahaan, pengurusan izin, pembuatan desain dan rencana bangunan, pra dan studi kelayakan dan sebagainya. Selanjutnya investasi untuk mendirikan bangunan dan melengkapi bangunan dengan peralatan, perabotan dan mesin. Berikut adalah perencanaan investasi:
No Jenis Investasi Kebutuhan Biaya Persentase

1 Pra Investasi
Permit/license 1,292,830 0.8
Land Area 17,159,808 10.58
Perencanaan Arsitektur, MEP, QS, BQ & Interior 3,623,078 2.23

2 Building Investement-Hotel
Hotel Building, M/E & Furniture 97,358,780 60.02
Hotel Room, Fixture & Equipment 10,894,503 6.72
Building Investment – Office
Office Building, M/E & Furniture 17,180,961 10.59
Equipment 0 0

3 Pre-Operating Invesment
Pre-operating 1,800,00 1.11
IDC 12,897,249 7.95
Total 162,207,209 100

V.2. Perhitungan Pendapatan Hotel
Pendapatan hotel dihitung berdasarkan jumlah kamar yang terpakai sesuai dengan jenisnya masing-masing. Pemakaian kamar hotel dibagi berdasarkan tingkat okupansi yang berbeda-beda dari jenis kamar yang disewa. Diasumsikan ketersediaan kamar selalu ada dan digunakan selama satu tahun (365 hari) untuk masing-masing jenis kamar. Adapun perhitungan pendapatan hotel yang diperoleh dari penyewaan kamar hotel dan ballroom dengan berbagai tingkat okupansi dapat dilihat pada Lampiran 1.

V.3. Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP)
Perhitungan Harga Pokok Produksi terdiri dari perhitungan HPP untuk hotel dan restoran. Perhitungan HPP dilakukan untuk tingkat okupansi yang berbeda-beda. Adapun perhitungan HPP secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 2.

V.4. Laporan Laba-Rugi
Laporan laba-rugi proyek pembangunan hotel 4 tingkat dibuat berdasarkan tingkat okupansi yang berbeda-beda. Adapun laporan laba-ruginya dapat dilihat pada Lampiran 3.

V.5. Perhitungan Pay Back Period (PBP)
Perhitungan PBP dilakukan untuk melihat berapa lama waktu yang diperlukan untuk sampai pada titik impas. Nilai seluruh investasi pembangunan hotel 11 tingkat (biaya bangun hotel, inventaris, dan tanah) berjumlah Rp. 162.207.209.000. Adapun pada tingkat okupansi 70% Break Event Point terjadi pada tahun ke 7 atau tahun 2023. Untuk perhitungan PBP secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 4.

V.6. Perhitungan Internal Rate Return (IRR)
Adapun perhitungan IRR dari masing-masing tingkat okupansi adalah sebagai berikut:
Tingkat Okupansi 70%
Diketahui nilai investasi hotel 11 tingkat (biaya bangun hotel, inventaris, dan tanah) berjumlah Rp. 162.207.209.000.
MARR 10%
Dengan menggunakan MARR 10%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 281,099,791,773 – Rp. 162.207.209.000.
= Rp. 118,892,582,773

MARR 12%
Dengan menggunakan MARR 12%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 233,042,148,432 – Rp. 162.207.209.000.
= Rp. 70,834,939,432

MARR 15%
Dengan menggunakan MARR 15%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 181,475,117,430 – Rp. 162.207.209.000.
= Rp. 19,267,908,430

MARR 17%
Dengan menggunakan MARR 17%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 157.331.056.879 – Rp. 162.207.209.000.
= – Rp. 4,876,152,121

Dari perhitungan di atas terlihat bahwasanya dengan MARR 17%, nilai NVP sudah negatif. Maka dapat dihitung nilai IRR dengan menggunakan Trial and Error Method.

IRR=16%+[(5.195.885.772/(5.195.885.772+4.876.151.121))x(16%-15%) ] = 16.5%
Karena nilai IRR (16.5%) > MARR (15%), maka proyek pembangunan hotel ini dikatakan layak (feasible).

Tingkat Okupansi 60%
Diketahui nilai investasi hotel 4 tingkat (biaya bangun hotel, inventaris, dan tanah) berjumlah Rp. 162.207.209.000.
MARR 10%
Dengan menggunakan MARR 10%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 222,698,118,331 – Rp. 162.207.209.000
= Rp. 60,490,909,331

MARR 12%
Dengan menggunakan MARR 12%, maka nilai NPV-nya adalah:

NPV = Rp. 183,800,879,199 – Rp. 162.207.209.000.
= Rp. 21,593,670,199

MARR 15%
Dengan menggunakan MARR 15%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = 142,192,388,133 – Rp. 162.207.209.000.
= – Rp. 20,014,820,867
MARR 14%
Dengan menggunakan MARR 14 %, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 155,257,535,381 – Rp. 162.207.209.000.
= – Rp. 6,949,673,619
Dari perhitungan di atas terlihat bahwasanya dengan MARR 14%, nilai NVP sudah negatif. Maka dapat dihitung nilai IRR dengan menggunakan Trial and Error Method.

IRR=13%+[(5.175.297.465/(5.175297465+6.949.673.619 ))x(16%-15%) ] = 13,4%
Karena nilai IRR (13.4%) > MARR (10% dan 12%), tetapi lebih kecil dari 15%, maka proyek pembangunan hotel ini dikatakan layak (feasible) dengan tingkat okupansi 60% jika investor menggunakan MARR < 13%.

Tingkat Okupansi 50%
Diketahui nilai investasi hotel 11 tingkat (biaya bangun hotel, inventaris, dan tanah) berjumlah Rp. 162.207.209.000.
MARR 10%
Dengan menggunakan MARR 10%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 163,426,006,845 – Rp. 162.207.209.000.
= Rp. 1,218,797,845

MARR 12%
Dengan menggunakan MARR 12%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = Rp. 133,865,090,777 – Rp. 162.207.209.000.
= – Rp. 28,342,118,223

MARR 15%
Dengan menggunakan MARR 15%, maka nilai NPV-nya adalah:
NPV = 102,395,763,615 – Rp. 162.207.209.000.
= – Rp. 59,811,445,385
Dari perhitungan di atas terlihat bahwasanya dengan MARR 12%, nilai NVP sudah negatif. Maka dapat dihitung nilai IRR dengan menggunakan Trial and Error Method.

IRR=10%+[(1.218.797.845/(1.218.797.845+28.342.118.223))x(12%-10%) ] = 10,08%
Karena nilai IRR (10,08%) > MARR (10%) tetapi kurang dari MARR 12% dan 15%, maka proyek pembangunan hotel ini dikatakan layak (feasible) dengan tingkat okupansi 50% jika investor menggunakan MARR 10%.
Tingkat Okupansi 40%
Diketahui nilai investasi hotel 11 tingkat (biaya bangun hotel, inventaris, dan tanah) berjumlah Rp. 162.207.209.000. Dari hasil perhitungan semua nilai NVP untuk setiap nilai MARR adalah negatif. Maka tidak bisa dilakukan perhitungan IRR. Dengan kata lain proyek ini dengan tingkat okupansi 40% adalah tidak layak (unfeasible).

V.7. Perhitungan Benefit Cost Ratio (BCR)
Perhitungan Benefit Cost Ratio (BCR) adalah dengan membandingkan nilai beban biaya yang terdiri dari harga pokok produksi jasa, biaya operasional, biaya pokok pinjaman dan biaya pajak dengan Laba atau keuntungan yang diperoleh perusahaan. Nilai BCR berbeda-beda setiap tingkat okupansi yang berbeda-beda dan juga berbeda-beda berdasarkan nilai MARR-nya. Apabila nilai BCR > 1, maka proyek menguntungkan. Sedangkan apabila BCR < 1, maka proyek merugikan.
Adapun nilai BCR untuk setiap tingkat okupansi dapat dilihat pada tabel 3.3 berikut ini:
No Tingkat Okupansi MARR BCR

1 70% 10% 0.67
12% 0.67
15% 0.68
2 60% 10% 0.55
12% 0.55
15% 0.54
3 50% 10% 0.40
12% 0.39
15% 0.38
4 40% 10% 0.22
12% 0.20
15% 0.18

<a href=”http://www.grapadikonsultan.com/id/klien/”>Konsultan Bisnis</a>

demikian lah contoh Studi Kelayakan/Bisnis Plan …(dilarang mengopy file tersebut tanpa izin grapadi) Hak cipta di lindungi undang – undang

contoh studi kelayakan, kelayakan bisnis contoh, contoh studi kelayakan hotel,contoh studi kelayakan hotel,contoh studi kelayakan rumah sakit,contoh studi kelayakan pabrik baja,contoh studi kelayakan kelapa sawit,contoh studi kelayakan perkantoran,contoh studi kelayakan mall,contoh studi kelayakan perkebunan,contoh studi kelayakan perumahan,contoh studi kelayakan propertil,contoh studi kelayakan jalan tol,contoh studi kelayakan transportasi,contoh studi kelayakan restoran,contoh studi kelayakan mebel, Contoh Bisnis Plan Restoran, Contoh Bisnis Plan swalayan,Contoh Bisnis Plan klinik, Contoh Bisnis Plan rumah sakit, Contoh Bisnis Plan universitasn,Contoh Bisnis Plan kelapa sawit, Contoh Bisnis Plan outlet baju, Contoh Bisnis Plan sepatu, Contoh Bisnis Planrental mobil, Contoh Bisnis Plan usaha kecil, Contoh Bisnis Plan usaha jamur, Contoh Bisnis Plan pemancingan