Kriteria Investasi

Kriteria Investasi

Risiko adalah tingkat potensi kerugian yang timbul karena perolehan hasil investasi yang diharapkan tidak sesuai dengan harapan.
Sebelum melakukan investasi, sangat penting melakukan studi kelayakan karena studi kelayakan merupakan alat ukur manajemen yang sangat penting dan kritis untuk penentuan keputusan, perencanaan laba, dan keputusan pembiayaan/pendanaan.
Para investor harus dapat menyadari sungguh-sungguh bahwa secara teoritis setiap investasi yang dilakukan disamping mengharapkan keuntungan, investor juga harus sadar terdapat kemungkinan risiko atau kerugian. Selanjutnya perlu juga dipahami oleh para pemodal bahwa terdapat hubungan kuat dan positif antara tingkat keuntungan (return) yang diharapkan dengan tingkat risiko (risk). Semakin tinggi potensi keuntungan juga akan diikuti dengan semakin tingginya tingkat risiko dan sebaliknya semakin rendah potensi keuntungan akan semakin rendah pula risikonya (High Return High Risk dan Low Return Low Risk).

Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan investasi?
Apa sajakah jenis-jenis dari investasi?
Apa prinsip dari investasi?
Apa sajakah risiko yang ada dalam investasi?
Apa sajakah metode dalam penilaian investasi?
Apa sajakah keuntungan dan kerugian investasi?

Tujuan
Untuk mengetahui yang dimaksud dengan investasi.
Untuk mengetahui jenis-jenis dari investasi.
Untuk mengetahui prinsip dari investasi.
Untuk mengetahui risiko yang ada dalam investasi.
Untuk mengetahui metode dalam penilaian investasi.
Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian investasi.

    Pengertian Investasi
Dalam menjalankan sebuah bisnis, kita tidak dapat terlepas dari unsur risiko. Risiko merupakan kemungkinan yang timbul akibat dari adanya ketidak pastian dalam berusaha. Ketidak pastian muncul akibat pembuat rencana tidak memiliki data yang bisa dikembangkan untuk menyusun suatu distribusi probabilitas sehingga harus membuat dugaan-dugaan untuk menyusun rencana tersebut. Tingkat risiko yang ada diukur dengan menghitung kemungkinan perbedaan pengalaman yang diperkirakan.
Semakin lama usia investasi (proyek), maka kemungkinan terjadinya penyimpangan atas return yang diharpakan dari return rata-rata akan semakin besar. Hal ini terjadi karena makin banyaknya variabilitas yang muncul dari pelaksanaan proyek tersebut.
Banyak  manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan investasi diantaranya adalah penyerapan tenaga kerja, peningkatan output yang dihasilkan, penghematan devisa ataupun penambahan devisa, dalam menggunakan pengertian proyek investasi sebagai suatu rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber daya yang bisa dinilai secara cukup independen.
Investasi adalah pengaitan sumber – sumber dalam jangka panjang untuk menghasilkan laba di masa yang akan datang.  Muljadi  (2001:284).
Ada berbagai cara dalam menggolongkan usulan investasi, salah satunya penggolongan usulan yang didasarkan menurut katagori, sebagai berikut:
Investasi penggantian, adalah penggantian aktiva yang sudah aus dengan yang baru.
Investasi dengan penambahan kapasitas, sering juga bersifat penggantian.
Investasi penambahan jenis produk baru, yaitu investasi untuk menghasilkan produk baru disamping tetap memproduksi yang lama.
Investasi lain-lain, yaitu investasi yang tidak termasuk dalam tiga golongan diatas.