Mengetahui Aspek Keuangan Dalam Bisnis

Mengetahui Aspek Keuangan Dalam Bisnis

Aspek keuangan dalam bisnis merupakan salah satu komponen penting yang tidak bisa dilupakan. Dasar tujuan dari semua bisnis tentunya untuk mencari keuntungan. Hal ini sangat erat kaitannya dengan aspek keuangan dalam sebuah bisnis. Keuangan menjadi faktor dalam menentukan anggaran, investasi, serta besarnya usaha yang akan dibuat. Modal juga termasuk dalam bagian aspek keuangan. Modal yang diinvestasikan nantinya akan digunakan sebagai biaya modal. Komponen biaya modal terdiri dari cost of debt dan cost of equity. Bagi anda yang sedang dalam proses membuat usaha atau sedang mempelajari keuangan, ada baiknya untuk menyimak artikel mengenai aspek keuangan dalam bisnis berikut ini.

Komponen Aspek Keuangan Dalam Bisnis

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa aspek keuangan dalam bisnis tidak jauh kaitannya dengan modal. Modal sendiri lalu dibagi menjadi biaya hutang (cost of debt) dan biaya modal sendiri (cost of equity). Untuk biaya hutang, biasanya hutang diperoleh dari lembaga pembiyaan atau yang menerbitkan surat pengakuan huang. Sedangkan untuk biaya hutang yang berasal dari pinjaman merupakan bunga yang harus dibayar perusahaan. Lalu biaya hutang dengan menerbitkan obligasi merupakan tingkat pengembalian hasil yang diinginkan dan diharapkan oleh investor yang digunakan untuk tingkat diskonto dalam mencari nilai obligasi. Biaya utang lantas dibagi menjadi dua macam yaitu biaya utang sebelum pajak dan biaya utang setelah pajak.

Pembahasan aspek keuangan dalam bisnis selanjutnya berlanjut kepada cost of equity atau biaya modal sendiri. Salah satu metode yang digunakan untuk perhitungan biaya modal laba ditahan adalah pendekatan Capital Aset Pricing Model (CAPM) dimana biaya modal laba ditahan merupakan tingkat pengembalian atas modal sendiri yang diharapkan oleh investor. Terdiri dari tingkat bunga bebas resiko dan premi resiko pasar yang dikalikan dengan resiko saham perusahaan. Selain membahas mengenai biaya modal, aspek keuangan dalam bisnis juga tidak akan lepas dari estimasi biaya. Perhitungan atau estimasi biaya ini sangat diperlukan dalam melakukan investasi. Perhitungan biaya lantas meliputi perhitungan biaya untuk tempat, karyawan, perizinan, pendirian usaha, produksi, dan lain sebagainya.

Tentunya estimasi aspek keuangan dalam bisnis harus tepat dan akurat agar tidak terjadi kerugian bagi investor atau pendiri usaha. Sehingga usaha yang dibuat pun bisa berjalan dengan lebih optimal. Perkiraan atau estimasi ini juga memiliki definisi. Pengertian atau defisini dari perkiraan biaya adalah seni dalam memperkirakan kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan suatu kegiatan yang berdasarkan pada informasi yang tersedia kala itu. Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa perkiraan biaya melihat dan memperhitungkan hal-hal yang akan terjadi selanjutnya dan juga menganalisis serta mengkaji informasi yang penting.

Setelah selesai melakukan perkiraan atau estimasi anggaran, maka tentu langkah selanjutnya adalah menentukan anggaran yang dibutuhkan oleh perusahaan. Anggaran merupakan perhitungan modal yang digunakan dalam satu periode tertentu. Penyusunan anggaran sendiri terdiri dari top down dan bottom up. Untuk top down sendiri berarti menyusun anggaran tanpa ditentukan tujuan sebelumnya dan tidak dilandaskan teori yang jelas. Dalam penyusunan top down maka garis besar yang ada merupakan pemberian sejumlah uang dari pihak atasan kepada karyawan untuk digunakan menjalankan program. Yang kedua ada bottom up yaitu penyusunan anggaran berdasarkan tujuan yang telah disusun. Demikianlah sedikit pembahasan mengenai aspek keuangan dalam bisnis, semoga bisa berguna bagi anda semua.