Image

Prosedur dan Standarisasi Pengawasan Proyek Jalan Tol

Proyek jalan tol merupakan sebuah proyek yang begitu penting di Indonesia. Terutama di era pembangunan seperti saat ini, konstruksi dan proyek jalan tol menjadi sebuah proyek substansial. Karena pentingnya proyek ini, pengawasan proyek jalan tol pun benar-benar diperhatikan baik-baik. Dan biasanya, untuk tahapan ini sudah akan melibatkan beberapa tim sekaligus demi memastikan prosedur dan juga standarisasi dari proyek konstruksi jalan tol ini sendiri.

 

Tak itu saja, proyek konstruksi jalan tol ini pun memiliki beberapa tahapan dan prosedur penting yang harus mendapat perhatian sepenuhnya. Selain itu juga, untuk proyek dan konstruksi jalan tol pun beberapa elemen akan mendapat perhatian khusus, yang sedikit banyak berbeda dengan proyek pada konstruksi yang lain.

 

Dan lagi, tim pengawasan proyek konstruksi untuk jalan ini pun biasanya adalah perusahaan pengawas konstruksi besar yang telah memenangkan persaingan tender atau lelang proyek ini sendiri. Tak heran bila sudah begini, jaminan ketepatan dan kepatuhan pada prosedur pun benar-benar menjadi perhatian. Baca juga Pembangunan dan Pengawasan Proyek Hotel.

 

Pengawasan Proyek Jalan Tol yang Perlu Dipahami

 

Seperti pada pengawasan proyek konstruksi yang lain, pengawasan proyek jalan tol pun sudah mulai berlangsung sejak tahapan perencanaan. Disini, biasanya proyek akan mulai masuk tahapan rencana setelah melalui proses panjang sebelumnya, salah satunya lelang atau tender proyek yang dilakukan oleh pemilik dan investor proyek dengan sederet tim di konstruksi, mulai dari tim pelaksana konstruksi, tim kontraktor, tim pengawas proyek, hingga konsultan manajemen proyek.

 

Ada beberapa prosedur dan standarisasi yang harus diperhatikan oleh pengawasan proyek jalan tol. Beberapa seperti yang disebutkan dalam daftar yang diringkas dibawah ini.

 

Persiapan

 

Prosedur pengawasan proyek jalan tol pertama adalah persiapan. Di prosedur tahapan yang pertama ini, ada beberapa jenis perkerjaan dan tugas yang harus dilakukan. Dan kesemuanya berada dalam tim pengawasan proyek jalan tol.

 

Pematokan dan pengukuran

Prosedur ini penting dan tim pengawas pun harus memastikan pematokan dan pengukuran sesuai dengan peraturan, sistem bangun kota dan bangun ruang, serta efisiensi dari pembangunan jalan tol nantinya.

 

Survey kelayakan struktural konstruksi perkerasan

Hal yang kedua ini pun harus berada dalam patokan dari pengawas proyek atau konstruksi jalan tol. Dimana survey kelayakan ini akan sangat berpengaruh dengan pengerjaan proyek dan berlangsungnya proyek jalan tol kedepannya

 

Penyiapan badan jalan

Ini adalah tugas ketiga yang berada dalam pengawasan proyek. Mulai dari pembersihan area, pengaturan masuk keluarnya kendaraan berat, hingga pengalihan lalu lintas harus sesuai prosedur yang dimiliki.

 

Galian

 

Prosedur kedua pengerjaan adalah galian. Tahapan prosedur ini adalah persiapan sebelum masuk ke dalam pelaksanaan proyek. Pengerjaan galian ini penting untuk mendapatkan contour tanah yang diinginkan oleh arsitek dan drawer. Selain itu, pengawasan proyek pun harus memperhatikan bagaimana berlangsungnya prosedur pengerjaan galian ini, apakah sesuai dengan standarisasi atau justru terjadi kemungkinan kecelakaan atau bahaya lain.

 

Timbunan

 

Prosedur pengerjaan timbunan adalah tahap ketiga. Setelah penggalian, pengawas proyek jalan tol bersama dengan kontraktor akan melakukan pengukuran lagi untuk melihat apakah elevasi tanah sudah sesuai dengan yang diinginkan. Pengukuran tanah ini menggunakan alat ukur (theodolit). Setelah itu baru dilakukan pengujian kepadatan tanah dengan tes kepadatan (ujiDdensity Sand Cone test).

 

Tiga prosedur awal diatas merupakan standarisasi dasar pada pengawasan proyek jalan tol yang dilakukan. Setelah itu baru akan dimulai pengawasan pada pekerjaan konstruksi dan proyek pembangunan jalan tol.