Studi Kelayakan Ide Bisnis Industri Kreatif

Studi Kelayakan Ide Bisnis Industri Kreatif

 

Kementerian Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Industri kreatif dipandang semakin penting, terutama dalam mendukung perekonomian negara. Mendapatkan predikat sebagai industri abad kedua puluh satu, industri ini diprediksiakan terus berkembang karena era sekarang bergantung pada produksi pengetahuan melalui kreativitas dan inovasi

Potensi industri kreatif di Indonesia sendiri sangat lah besar. Dikutip dari data Republika, sejak tahun 2010, pertumbuhan industri kreatif di Indonesia rata-rata sebesar 6,5 % per tahun, melebihi rata-rata pertumbuhan industri kretaif negara-negara di ASEAN yang hanya 5 %. Bahkan, pada tahun 2014, industri kreatif di Indonesia tumbuh pesat mencapai 12,2% dari target 10%. Kontribusi industri kreatif atau yang juga disebut ekonomi kreatif sejauh ini terus mengalami kenaikan, yakni pada tahun 2016 menjadi Rp 922,58 triliun dari Rp 852,56 triliun di tahun sebelumnya. Hal ini membuat kontribusi ekonomi kreatif (ekraf) terhadap PDB naik dari 7,38% menjadi 7,44%. Ekraf pun diyakini terus tumbuh dan berkembang di lndonesia dan kontribusinya diprediksi akan mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun pada tahun 2018. Sejauh ini, tiga sektor penyumbang terbesar ekraf adalah kuliner, yakni sebesar 41,59 persen, diikuti fesyen 18,15 persen, dan kriya 15,7 persen.

Untuk mengembangkan potensi ekraf di Indonesia, Bekraf merangkul 16 subsektor usaha kreatif yang terdiri atas kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi untuk menciptakan ekosistem yang baik di masa depan. Dengan potensi yang begitu besar, tak sedikit yang mulai merambah serta mencoba peruntungan dengan mulai membuka bisnis di industri ini. Meluncurkan ide bisnis baru atau sekadar melebarkan sayap di industri ini memang patut dicoba. Namun, meski anda sudah memiliki ide bisnis, tentu ide tersebut tidak selalu memberi jaminan untuk membawa anda pada sebuah bisnis yang sukses dan menguntungkan. Ini lah mengapa anda perlu melakukan sebuah studi kelayakan sebelum menjalankan bisnis tersebut. Studi kelayakan akan melihat kelayakan ide dengan penekanan pada identifikasi masalah potensial. Studi kelayakan ini akan menjawab dua pertanyaan penting, yakni akankah ide tersebut berhasil, dan apakah anda akan melanjutkannya?

Studi kelayakan memang biasa digunakan pada tahap awal perencanaan untuk membantu dalam membuat keputusan terhadap ide baru. Secara teknis, ini tidak selalu bertujuan untuk meluncurkan usaha baru, melainkan juga untuk memberikan wawasan berharga sehingga meminimalisir kesalahan nantinya. Jika telah menemukan ide baru, khususnya di bidang industri kreatif yang terus berkembang, anda harus mengidentifikasi bagaimana, di mana, dan kepada siapa anda berniat menjual layanan atau produk tersebut. Anda juga harus menngenal para pesaing dan model persaingan yang berjalan di bidang ini.

Studi kelayakan akan membahas hal-hal seperti di mana dan bagaimana bisnis akan beroperasi. Ini memberikan rincian mendalam tentang bisnis untuk menentukan apakah dan bagaimana itu dapat berhasil, dan berfungsi sebagai alat yang berharga untuk mengembangkan rencana bisnis yang unggul. Studi kelayakan bisa pula disamakan dengan proses yang akan menguji kelangsungan ide Anda. Ini membantu Anda untuk memahami apakah ide Anda akan berhasil atau gagal. Bagaimana cara untuk melakukan studi kelayakan pada ide anda sebelum memulai bisnis? Coba simak berikut ini.

  1. Kelayakan teknis

Unsur pertama adalah kelayakan teknis yang terkait dengan rencana aksi yang diusulkan. Jika perusahaan anda memperkenalkan produk atau layanan baru, studi kelayakan teknis akan menentukan apakah itu tindakan yang secara teknis bisa dijalankan atau tidak. Studi kelayakan harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Produk atau layanan apa yang diusulkan?
  • Bagaimana anda bisa melindungi produk atau layanan dari persaingan yang ketat?
  • Apa kekuatan dari produk atau layanan itu?
  • Apa manfaat utama bagi pelanggan atau pengguna?
  • Sumber daya apa yang diperlukan untuk memproduksi atau menyediakannya?
  • Seberapa mampukah perusahaan untuk memperoleh sumber daya ini?
  • Apa standar peraturan yang melingkupi produk atau layanan dan penggunaannya?
  1. Kelayakan pasar

Elemen kedua berfokus pada pengujian pasar untuk tindakan atau ide yang diusulkan. Ini memeriksa masalah seperti apakah produk atau layanan dapat dijual dengan harga yang wajar atau jika ada pasar untuk itu. Kelayakan pasar harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Segmen pasar apa yang anda targetkan?
  • Mengapa orang ingin membeli produk atau layanan?
  • Siapa pelanggan potensial dan berapa banyak dari mereka di sana?
  • Apa pola pembelian dari pelanggan potensial ini?
  • Bagaimana Anda akan menjual produk atau layanan? Dimana?
  • Siapa pesaing Anda? Termasuk pesaing masa lalu, saat ini dan masa depan.
  • Apa kekuatan dan kelemahan pesaing Anda?
  • Apa keunggulan kompetitif dari produk atau layanan Anda?

Kelayakan pasar adalah salah satu bagian penting dari studi kelayakan ketika rencana aksi berkaitan dengan isu-isu seperti ekspansi bisnis, peluncuran produk atau layanan baru, pengembangan produk dan memulai sebuah bisnis.

  1. Kelayakan komersial

Kelayakan komersial adalah elemen dari studi yang berfokus pada kemungkinan keberhasilan komersial. Ini berfokus pada mempelajari bisnis, produk atau layanan baru, dan apakah perusahaan anda dapat menciptakan keuntungan yang cukup dengan itu. Kelayakan komersial harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

 

  • Apa kekuatan dan kelemahan bisnis Anda?
  • Berapa jumlah penjualan potensial dari produk atau layanan itu?
  • Apa struktur penetapan harga yang akan Anda gunakan?
  • Apa poin sensitivitas untuk bisnis Anda dalam hal penjualan?

Selain itu, jika Anda melakukan studi kelayakan sebagai bagian dari peluncuran bisnis, Anda juga perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Berapa lama bisnis Anda dapat bertahan tanpa penjualan?
  • Berapa lama sebelum Anda impas dengan produk atau layanan?
  • Berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk mulai beroperasi?
  • Apakah organisasi Anda membutuhkan keuangan eksternal?

Meskipun poin di atas sangat penting untuk bisnis baru, setiap perusahaan dapat mengambil manfaat dari memikirkannya ketika meluncurkan operasi baru. Misalnya, jika Anda menambahkan lini produk baru ke bisnis Anda, Anda harus menggunakan pertanyaan di atas sebagai panduan untuk memahami implikasi terhadap operasi Anda yang lain dan kelayakan finansial dari produk baru.

  1. Penilaian risiko keseluruhan

Unsur keempat berfokus pada risiko utama. Keseluruhan penilaian merupakan bagian dari studi kelayakan untuk menguji berbagai cara agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan. Penilaian risiko keseluruhan harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apa risiko utama yang terkait dengan operasi?
  • Bagaimana prospek kelangsungan hidup untuk masing-masing risiko di atas?
  • Seberapa sensitif keuntungannya?
  • Apa cara terbaik untuk meminimalkan risiko ini?

Tujuannya adalah untuk mencoba mencakup semua kemungkinan dan membuat peta penilaian risiko. Hal ini berkaitan dengan probabilitas risiko dan dampaknya terhadap bisnis. Ini bertujuan untuk mengenali risiko yang dapat membuat atau menghancurkan bisnis Anda dari risiko yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola.

Jadi, memiliki ide yang kreatif dan inovatif memang sangat penting untuk masuk dan bertahan di industri ini, terlebih di era seperti sekarang karena persaingannya yang cukyp ketat. Bukan hanya soal mencoba peruntungan, menguji kelayakan sebuah ide untuk nantinya dijadikan bisnis adalah salah satu strategi yang bisa menghemat waktu dan tenaga.