Merambah dunia bisnis sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Usaha bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Kendati demikian suatu usaha harus dilaksanakan dengan rencana matang disertai oleh tujuan serta visi dan misi.
Hal tersebut dimaksudkan agar
suatu bisnis terus dijalankan tanpa
keluar jalur dan tetap pada tujuan
 awal.

Untuk memulainya sebaiknya membuat
rencana mulai dari ide atau gagasan produk atau
jasa yang akan diluncurkan nanti. Di sini, setiap
sumber daya manusia harus ikut berperan dan bersumbangsih dalam memberikan gagasan. Sebab semakin banyak ide yang dirumuskan, semakin banyak pula pilihan yang akan memudahkan.

Dari ide-ide tersebut nantinya akan dipilih yang benar-benar memenuhi kriteria, baik ditinjau dari kesesuaian dengan perusahaan, selera konsumen kini, kemampuan pembiayaan dan lain sebagainya. Gagasan bisa berupa hal yang baru bisa juga yang telah ada. Namun pada suatu produk yang sudah ada harus dibuat inovasi terbaru, baik dari segi packaging, kegunaan, dan lain- lain agar semakin menarik konsumen.

Sementara untuk ide yang tidak memenuhi bisa dihapuskan atau disimpan untuk proses produksi yang akan datang. Berangkat dari ide dan gagasan, kemudian beranjak pada bagaimana cara untuk mewujudkan ide gagasan tersebut yang meliputi alat yang digunakan, siapa saja yang akan menangani pada beberapa bagian hingga pengembangan ide itu sendiri.

Tidak cukup sampai di sana, tahap selanjutnya yakni pembiayaan yang meliputi biaya dari awal ide gagasan dibentuk hingga pada proses launching nantinya. Tahap ini membutuhkan kejelian dan ketelitian sebab segala kegiatan yang termasuk dalam perusahaan itu harus dicatat, dan seberapa besar jumlah modal serta pengeluaran nantinya.

Perusahaan bisa mengolah pembiayaan dari modal sendiri, namun suatu proyek baik sederhana maupun besar akan lebih menguntungkan bila menjalin kerjasama dengan pihak lain atau investor. Mereka berfungsi sebagai penanam modal untuk menunjang segala kegiatan prusahaan dan produksi. Kerjasama akan saling menguntungkan bila nantinya proyek berhasil dan mendapatkan laba.

Di sinilah studi kelayakan bisnis dilakukan untuk menganalisa dan meneliti manfaat serta keberhasilan suatu proyek yang dilakukan. Ialah meruapakan langkah awal yang harus dilakukan untuk para pelaku bisnis, baik dalam bidang perdagangan (trading), jasa, manufaktur dan lain sebagainya.

Kegiatan tersebut merupakan landasan utama untuk menghindari hal- hal yang tidak diinginkan pada bisnis yang akan dijalankan, terutama soal kerugian. Melalui pembelajaran serta analisa tersebut nantinya akan diketahui deskripsi awal tentang layak atau tidaknya suatu usaha. Maka dengan begitu akan didapatkan keputusan untuk menindak lanjuti kegiatan bisnis sebagai perbaikan di awal demi terciptanya usaha yang berhasil di kemudian hari.

Secara umum studi kelayakan bisnis memberikan arah yang jelas utamanya pada para investor yang hendak menanamkan modalnya pada suatu proyek perusahaan. Mereka bisa menilai terlebih dahulu tentang bagaimana alur proyek tersebut dan apakah menguntungkan untuk kerjasama ke depannya. Selain itu, meraka juga bia melihat sejak awal risiko-risiko yang mungkin saja nantinya ditimbulkan.

Melalui kajian tersebut pula informasi mengenai proyek dapat diulik secara konkrit dan jelas, sehingga membuat investor lebih mudah dalam memilih dan mempertimbangan. Sebenarnya studi tersebut juga

menguntungkan bagi perusahaan penyelenggara, sebab adanya hal-hal yang tidak diinginkan yang dikarenakan ketidak telitian bisa dikoreksi terlebih dahulu. Hal tersebut juga mendorong mereka untuk lebih berusaha membuat proyek yang berguna dan menguntungkan, sehingga para penanam modal akan lebih tertarik.

Selain alasan di atas, adapun tujuan khusus dari studi kelayakan bisnis yaitu:

  1. Memudahkan perencanaan

Seperti yang telah dijelaskan pada ulasan di atas, sebelum memulai proyek perusahaan harus memiliki perencanaan matang untuk kemudian diajukan kepada para investor. Rencana tersebut merupakan hal penting karena berisi seluruh kegiatan proyek yang akan dilakukan, termasuk di dalamnya anggaran atau pembiayaan hingga perkiraan keuntungan yang didapatkan.

Brain storming kemudian dikembangkan menjadi rencana jelas yang terdiri dari struktur-struktur terperinci sebagai berikut:

  • Jumlah dana atau pembiayaan yang diperlukan
  • Waktu dari proyek, meliputi pelaksanaan hingga finishing
  • Lokasi proyek akan dilakukan. Pada proyek besar seperti halnya 
konstruksi harus melakukan beberapa tahap terlebih dahulu, seperti pembebasan lahan, sampai pada legalisasi, termasuk pula bagaimana pengaruhnya bagi lingkungan sekitar
  • Sumber daya manusia yang akan mengerjakan proyek.
  • Langkah-langkah dan cara untuk melaksanakan proyek tersebut
  • Perkiraan keuntungan yang akan didapatkan
  • Pengawasan proyek untuk meminimalisir penyimpangan dan 
kesalahan-kesalahan yang terjadi baik pada operasional maupun di lapangan.

 

Di tahap ini juga disertai dengan jadwal pelaksanaan usaha yang dimulai dan diakhiri pada waktu yang telah ditentukan. Melalui studi kajian studi rencana bisnis bisa diketahui lebih jelas, sehingga memudahkan para investor untuk mengawasi hal-hal yang nantinya tidak sesuai.

  • Memudahkan pelaksanaan 
Apabila seluruh rencana telah disusun dengan sistematis dan jelas, maka pelaksanaan usaha juga jadi lebih mudah. Melalui tahap-tahap gagasan yang telah disepakati sejak awal, para pelaku bisnis memiliki pedoman atau panduan dari alur proyek yang dikerjakan. 
Dengan adanya alur yang tercatat dengan jelas dan rapi, maka tahap pelaksanaan pun jadi lebih sistematis, sehingga akan tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan awal. Rencana tersebut juga digunakan sbagai acuan untuk mengerjakan step by step, sehingga kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat diminimalisir. 
Hal tersebut juga kembali pada kemudahan untuk mengawasi. Baik pemilik proyek, investor dan petugas pngeawasan bisa meneliti satu per satu langkah dari pengerjaan, sehingga kesalahan sekecil apa pun bisa diperbaiki bahkan dihindari.
  • Mengawasi dengan ketat 
Pengawasan sangatlah penting untuk memperhatikan satu per satu jalannya usaha, baik yang dimulai dari rencana, pelaksanaan hingga finishing. Bagian-bagian yang telah tersusun rapi akan dipantau setiap waktu untuk mengetahui adanya pekerjaan yang tidak sesuai. 
Pemilik usaha bersama dengan investor sama-sama melakukan pengawasan demi terciptanya proyek yang sesuai dengan tujuan awal. Mengingat beberapa proyek justru rawan akan penyimpangan dan penyelewangan, maka kegiatan amat sangat penting pada jalannya usaha.

Selain itu, sumber daya manusia yang terlibat juga jadi lebih bersungguh-sungguh dalam melaksanakan pekerjaannya agar proyek selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan namun tidak keluar dari aturan yang telah direncanakan sejak awal.

  1. Memudahkan pengendalian 
Kasus-kasus penyimpangan pada proyek sering ditemukan. Apabila hal ini dibiarkan dan disebabkan oleh minimnya pengawasan maka akan berdampak kerugian bagi semuanya. Penyelewangan bisa berupa korupsi secara finansil atau uang, yang mana sebagian anggaran digunakan untuk kepentingan pribadi maupun bersama. Maka secara otomatis hal ini juga berdampak pada pembelian barang yang digunakan untuk proyek. 
Misal saja pembelian barang yang direncanakan 10 buah, pada akhirnya berkurang menjadi 5 buah. Pada proyek konstruksi hal tersebut berpengaruh pada kekuatan bangunan yang menjadi tolak ukur dari suksesnya proyek. Sementara pada lainnya akan mempengaruhi kualitas produk dan jasa. Apabila penyalahgunaan ini tidak dicegah maka keberhasilan yang dicapai juga akan minim. 
Maka dari itu, pengawasan yang termasuk pokok dari studi kelayakan bisnis harus dilakukan demi meminimalisir penyimpangan dan mencapai tujuan bersama. Apabila demikian, maka suatu proyek bisa dikatakan sukses.
  2. Menghindari risiko kerugian 
Salah satu tujuan utama dari studi kelayakan bisnis adalah untuk menghindari risiko kerugian. Beberapa proyek yang pada akhirnya tidak berjalan dengan semestinya berujung pada ketidak pastian dan waktu penyelesaian yang entah sampai kapan. Waktu finishing yang tidak ditentukan menjadikannya terulur hingga berdampak pada ketidak jelasan. 
Hal tersebut merupakan salah satu indikasi dari gagalnya suatu proses pelaksanaan. Namun kondisi tersebut juga terkadang tidak dapat 
diprediksi atau diperkirakan. Maka dari adanya studi kelayakan bisnis dibutuhkan untuk meminimalisir risiko kerugian yang tidak diinginkan.

Jadi media informasi 
Dalam praktiknya, studi kelayakan bisnis tidak hanya berupa pengamatan saja tetapi juga mencatat seluruh aspek dan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dalam menangani proyek. Bukan juga secara garis besar, namun hingga ke detail-detail yang berhubungan dengan perencanaan serta pelaksanakan didokumenkan agar memudahkan mereka dalam pengerjaan dan pengawasan. 
Oleh sebab itu studi kelayakan bisnis juga bertujuan sebagai media informasi terkait seluruh kegiatan proyek mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga finishing. Detail-detail finansial, jumlah barang dan kebutuhan, hingga jumlah investasi semua tercatat dengan tepat dan sifatnya terbuka untuk pemilik proyek dan juga investor. Jadi mereka juga turut mengikuti jalannya proyek dan pengawasan.

Menghindari keterlanjuran penanaman modal 
Kerjasama dengan pihak lain sangatlah penting. Investasi merupakan modal pendukung bahkan bisa menjadi yang utama dalam sebuah proyek. Dengan adanya investor yang menanamkan sahamnya, maka perusahaan akan terbantu dalam mengembangkan proyek dan menyokong kesuksesan. 
Akan tetapi, apabila penanaman modal besar telah ditanam sementara kegiatan tidak menguntungkan justru bisa berakibat pada kegagalan atau kerugian. Studi kelayakan memang akan memakan biaya, namun pembiayaan relatif kecil bila dibandingkan dengan risiko kegagalan suatu proyek, apabila melibatkan investasi yang jumlahnya sangat besar. 
Adanya studi kelayakan bisnis bagi perusahaan membawa dampak besar pada keberhasilan. Melalui kajiannya, penyimpangan bisa diawasi dan diketahui terlebih dahulu, sehingga proyek bisa berjalan dengan 
semestinya. Maka bukan tanpa alasan bila setiap yang akan dijalankan harus dikaji terlebih dahulu.

Dengan melaksanakan studi kelayakan bisnis dengan benar dan melaksanakan segalanya sesuai dengan yang telah direncanakan, maka baik investor maupun pelaku usaha akan mendapatkan manfaatnya. Apa saja?

Manfaat bagi penganalisis

Studi kelayakan bisnis merupakan kegiatan meneliti dan menganlisa jalannya usaha yang akan dan sedang dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memnimalisir kesalahan atau bentuk penyimpangan, sehingga bisa terus diamati serta diawasi. Hal tersebut juga berdasarkan visi dan misi perusahaan yakni proyek sukses dan berguna untuk seluruh masyarakat, termasuk negara.

Kegiatan menganalisis tersebut sangatlah mudah bila dibandingkan dengan risiko menghadapi kerugian nanti. Oleh sebab itu, bagi penganalisisnya memberikan manfaat yang sangat menguntungkan.

  • Pada praktiknya, langkah-langkah usaha telah direncanakan dan dibahas sejak awal. Selain untuk memudahkan dalam pengerjaan, juga berguna dalam menganalisa. Para pengalisis jadi lebih memahami pengetahuan soal tahap-tahap berpikir sistematis, terutama dalam menghadapi masalah. Mereka nantinya juga akan terbiasa menemukan solusi dengan tepat dan cermat ditimbang dari berbagai aspek.
  • Bagi penganalisis, pekerjaan menganalisa suatu bisnis berarti menerapkan berbagai disiplin ilmu, baik tentang ekonomi, sosial, hingga perhitungan matematis. Oleh sebab itu, studi kelayakan bisnis membuat mereka mengimplementasikan bidang-bidang tersebut untuk dijadikan sebagai acuan pada penilaian, pengukuran perhitungan dan mendapatkan solusi.
  • Melaksanakan penelitian terkait kelayakan bisnis memberikan mereka pengalaman berharga, terutama soal pembelajaran bagaimana menelaah suatu proses, hingga menghadapi berbagai macam orang serta latar belakang di dalamnya untuk kemudian disesuaikan dengan bisnis yang dijalankan.

Manfaat bagi masyarakat

Adanya studi kelayakan bisnis tidak hanya berguna bagi perusahaan yang menjalankan usaha saja. Namun beberapa orang hingga masyarakat yang merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. Lantas, apa yang mereka dapatkan dari aktivitas ini?

  • Bagi calon investor
Investor merupakan orang menanamkan modalnya kepada perusahaan untuk proyek tertentu. Investasi bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu, atau dalam periode yang panjang tergantung dari kesepakatan masing-masing pihak. Oleh sebab itu, mereka adalah orang yang paling berkepentingan atas report studi kelayakan bisnis dan berhak mengawasi alur proyek yang dikerjakan.
  • Laporan studi kelayakan bisnis tidak bisa dibuat hanya dengan melihat satu aspek atau point of view Penganalisa juga tidak dapat sembarangan dalam melaporkan hasil analisis dan penelitiannya. Sebab apabila demikian akan menjadikan banyak penyimpangan, tidak faktual hingga tidak memenuhi unsur-unsur obyektivitas. Hal ini nantinya justru akan merugikan pihak-pihak yang memiliki wewenang.
  • Para investor juga tidak menerima mentah-mentah laporan studi kelayakan. Biasanya mereka juga melakukan diskusi dan konsultasi kepada ahli untuk memastikan apakan laporan tersebut benar adanya atau hanya rekaan. Biasanya, mereka lebih berpusat pada nilai finansial karena salah satu tujuannya menanamkan modal memang untuk alasan ekonomis. Adapun yang biasanya diperhitungkan yakni aliran kas, tingkat pengembalian modal, laba rugi hingga pay-back period. Tidak hanya itu, beberapa pertimbangan yang juga dipikirkan yakni risiko.
  • Bagi perusahaan penyelenggara 
Suatu proyek biasanya diadakan oleh suatu perusahaan tertentu. Untuk mengembangkan dan mengembangkan rencana tersebut, mereka membutuhkan investor untuk mendukung terutama dalam aspek permodalan. 
Apabila investor mau menanamkan modal untuk mereka, maka itu artinya telah menaruh kepercayaan kepada perusahaan. Oleh sebab itu studi kelayakan bisnis sangatlah penting untuk tetap mengawasi dan mengetahui jalannya proyek sesuai dengan rencana awal agar tidak ada penyimpangan, apalagi mengecewakan para penanam modal. 
Selain itu, perusahaan penyelenggara juga bisa mengawasi tahap per tahap secara detail perkembangan proyek yang telah direncanakan sejak awal. Dewan direksi juga dapat menjadikan studi kelayakan bisnis sebagai acuan untuk melanjutkan ide pengembangan nantinya.
  • Bagi pemerintah 
Proyek yang dijalankan oleh perusahaan bisa jadi menyangkut wilayah dan lingkungan sosial. Dalam hal ini peranan pemerintah dibutuhkan untuk mengurus hal-hal yang menyangkut legalitas dan perizinan. Mereka merupakan pihak yang paling berwenang untuk mengurus hal tersebut.

 

Oleh sebab itu, studi kelayakan bisnis harus berdasarkan peryimbangan kebijakan-kebijakan yang memang telah diatur oleh pemerintah. Sebab goverment adalah pihak yang secara tidak langsung turut memberikan dampak pada kebijakan perusahaan.

Contoh-contoh dari kebijakan pemerintah yang membantu perekonomian negara, yakni pemaksimalan ekspor non migas, penghematan devisa negara, pemanfaatan sumber daya manusia untuk mengurangi angka pengangguran.

Bagi masyarakat umum

Ada banyak wilayah-wilayah di Indonesia yang perlu dibangun kembali dengan memanfaatkan pelakasaan proyek. Seiring dengan berkembangnya waktu, masyarakat kini sudah makin terbuka, transparan dan responsif terhadap hal-hal yang berhubungan dengan pembangunan.

Sebagai pihak yang memang menjadi peran utama dalam pembangunan karena sejatinya baik dana maupun kebutuhan berasal dari perekonomian mereka, maka sudah sewajarnya bila mereka menuntut ketransparansian pemerintah dan juga swasta dalam mengelola sumber daya alam, utamanya yang berbentuk investasi.

Mereka diwakili oleh LSM berhak menerima laporan studi kelayakan, terutama soal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Aspek ini harus ada dalam kajian kelayakan karena menyangkut wilayah tempat tinggal mereka, sumber daya sekitar serta eksplorasi hasil bumi.

Studi kelayakan bisnis tidak hanya bermanfaat pada penyelenggara proyek dan investor itu sendiri. Sebuah usaha tentu sangat mempengaruhi kondisi perekonomian bangsa, hingga nantinya berdampak pada kemajuan negara.

 

Grapadi Live Chat
Send via WhatsApp