Mengapa Market Research dan Analisis Kompetitor Menjadi Bagian Penting dalam Studi Kelayakan?

person Content Manager
calendar_today 01 July 2026
schedule 6 min read
visibility 6 views
Mengapa Market Research dan Analisis Kompetitor Menjadi Bagian Penting dalam Studi Kelayakan?


Dalam setiap rencana investasi maupun pengembangan bisnis, memahami kondisi pasar menjadi salah satu tahapan yang tidak dapat dipisahkan dari proses perencanaan. Sebelum suatu proyek dilaksanakan, perusahaan perlu mengetahui bagaimana karakteristik konsumen, kondisi industri, tingkat persaingan, hingga peluang yang tersedia di pasar.

Informasi tersebut tidak hanya membantu perusahaan memahami lingkungan bisnis, tetapi juga menjadi salah satu dasar dalam penyusunan studi kelayakan. Oleh karena itu,market research dan analisis kompetitor menjadi dua aktivitas yang saling berkaitan dalam menghasilkan informasi yang dibutuhkan sebelum mengambil keputusan investasi.

Melalui proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis, perusahaan dapat memperoleh gambaran mengenai potensi pasar, posisi kompetitor, perilaku konsumen, serta peluang pengembangan yang sesuai dengan kondisi industri.

Apa Itu Market Research?

Market research atau riset pasar merupakan proses pengumpulan, pengolahan, dan analisis data mengenai pasar, pelanggan, produk, maupun lingkungan bisnis.

Tujuan utama market research adalah menyediakan informasi yang dapat digunakan perusahaan untuk memahami kondisi pasar sebelum menyusun strategi bisnis atau melakukan investasi.

Data dalam market research dapat diperoleh melalui berbagai metode, seperti:

  •  Survei. 
  •  Wawancara. 
  •  Focus Group Discussion (FGD). 
  •  Observasi. 
  •  Data sekunder. 
  •  Analisis industri. 

Hasil market research kemudian menjadi salah satu sumber informasi dalam proses penyusunan studi kelayakan.

Apa Itu Analisis Kompetitor?

Analisis kompetitor merupakan proses mempelajari perusahaan lain yang menawarkan produk atau layanan sejenis.

Analisis ini tidak bertujuan mencari kelemahan pesaing, tetapi memahami bagaimana kondisi persaingan dalam suatu industri sehingga perusahaan dapat menyusun strategi yang sesuai.

Beberapa informasi yang biasanya dianalisis meliputi:

  •  Jumlah kompetitor. 
  •  Pangsa pasar. 
  •  Produk dan layanan. 
  •  Segmentasi pelanggan. 
  •  Strategi pemasaran. 
  •  Keunggulan kompetitif. 
  •  Posisi pasar. 
  •  Perkembangan industri. 

Dengan memahami kondisi persaingan, perusahaan memperoleh gambaran mengenai posisi bisnis yang akan dikembangkan.

Hubungan Market Research dengan Studi Kelayakan

Dalam penyusunan studi kelayakan, analisis pasar merupakan salah satu aspek utama yang dievaluasi.

Market research membantu menjawab berbagai pertanyaan penting, seperti:

  •  Apakah terdapat permintaan terhadap produk atau layanan? 
  •  Bagaimana karakteristik konsumen? 
  •  Siapa target pasar yang paling sesuai? 
  •  Bagaimana perkembangan industri? 
  •  Bagaimana kondisi persaingan? 
  •  Apakah terdapat peluang pasar yang masih dapat dikembangkan? 

Informasi tersebut kemudian dipadukan dengan analisis teknis, hukum, manajemen, lingkungan, dan keuangan sebagai bagian dari studi kelayakan.

Mengapa Analisis Kompetitor Penting?

Persaingan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan suatu bisnis.

Melalui analisis kompetitor, perusahaan dapat memahami kondisi industri secara lebih menyeluruh sehingga strategi pengembangan dapat disusun berdasarkan informasi yang relevan.

Analisis kompetitor juga membantu perusahaan mengetahui bagaimana posisi produk atau layanan dibandingkan dengan pelaku usaha lain dalam industri yang sama.

Informasi Apa Saja yang Dianalisis?

Dalam market research dan analisis kompetitor, beberapa informasi yang umumnya dikumpulkan antara lain:

Analisis Konsumen

Meliputi:

  •  Karakteristik pelanggan. 
  •  Perilaku konsumen. 
  •  Preferensi pembelian. 
  •  Tingkat kebutuhan pasar. 
  •  Faktor yang memengaruhi keputusan pembelian. 

Analisis Industri

Meliputi:

  •  Ukuran pasar. 
  •  Pertumbuhan industri. 
  •  Tren pasar. 
  •  Perubahan teknologi. 
  •  Perkembangan regulasi. 

Analisis Kompetitor

Meliputi:

  •  Jumlah pesaing. 
  •  Pangsa pasar. 
  •  Produk dan layanan. 
  •  Strategi harga. 
  •  Saluran distribusi. 
  •  Aktivitas promosi. 
  •  Keunggulan kompetitif. 
  •  Diferensiasi produk. 

Analisis Peluang Pasar

Evaluasi juga dilakukan terhadap berbagai peluang yang tersedia, misalnya:

  •  Segmen pasar yang belum terlayani. 
  •  Perubahan kebutuhan konsumen. 
  •  Pertumbuhan wilayah baru. 
  •  Perubahan gaya hidup. 
  •  Perkembangan teknologi. 

Bagaimana Market Research Dilakukan?

Metode yang digunakan dapat disesuaikan dengan tujuan penelitian maupun karakteristik industri.

Beberapa metode yang sering digunakan antara lain:

Survei

Digunakan untuk memperoleh data langsung dari responden melalui kuesioner.

Metode ini banyak digunakan untuk mengetahui minat konsumen, tingkat kepuasan pelanggan, maupun preferensi terhadap suatu produk.

Wawancara

Memberikan informasi yang lebih mendalam mengenai kebutuhan maupun pengalaman responden.

Focus Group Discussion (FGD)

Diskusi kelompok digunakan untuk memahami persepsi, opini, dan harapan konsumen terhadap suatu produk atau layanan.

Observasi

Dilakukan dengan mengamati aktivitas konsumen maupun kondisi pasar secara langsung.

Data Sekunder

Selain data primer, market research juga memanfaatkan data dari:

  •  Badan Pusat Statistik (BPS). 
  •  Kementerian. 
  •  Asosiasi industri. 
  •  Publikasi akademik. 
  •  Laporan perusahaan. 
  •  Jurnal penelitian. 

Peran Market Research dalam Penyusunan Studi Kelayakan

Dalam studi kelayakan, hasil market research menjadi dasar penyusunan analisis pasar.

Informasi mengenai ukuran pasar, pertumbuhan industri, perilaku konsumen, dan kondisi persaingan digunakan untuk membantu menyusun:

  •  Estimasi permintaan. 
  •  Target pasar. 
  •  Strategi pemasaran. 
  •  Proyeksi penjualan. 
  •  Asumsi pengembangan bisnis. 

Selanjutnya, informasi tersebut menjadi salah satu masukan dalam penyusunan analisis finansial yang mencakup proyeksi pendapatan, arus kas, serta berbagai indikator investasi seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Return on Investment (ROI), dan Payback Period.

Manfaat Market Research dan Analisis Kompetitor

Pelaksanaan market research dan analisis kompetitor memberikan berbagai manfaat bagi perusahaan, antara lain:

  •  Memahami kondisi pasar. 
  •  Mengidentifikasi kebutuhan konsumen. 
  •  Mengetahui tingkat persaingan. 
  •  Mengidentifikasi peluang pengembangan. 
  •  Mendukung penyusunan strategi pemasaran. 
  •  Menjadi bagian dari penyusunan studi kelayakan. 
  •  Membantu penyusunan business plan. 
  •  Mendukung proses evaluasi investasi. 

Siapa yang Membutuhkan Market Research?

Market research digunakan oleh berbagai sektor usaha, antara lain:

  •  Developer properti. 
  •  Perusahaan manufaktur. 
  •  Rumah sakit. 
  •  Hotel. 
  •  Kawasan industri. 
  •  Retail. 
  •  Logistik. 
  •  Perusahaan teknologi. 
  •  Industri makanan dan minuman. 
  •  Startup. 
  •  Investor. 
  •  BUMN. 
  •  Pemerintah daerah. 

Setiap sektor memiliki kebutuhan informasi yang berbeda sesuai karakteristik proyek maupun industrinya.

Hubungan Market Research dengan Business Plan

Selain menjadi bagian dari studi kelayakan, market research juga memiliki peran penting dalam penyusunan business plan.

Informasi mengenai kondisi pasar, target konsumen, peluang bisnis, dan tingkat persaingan membantu perusahaan menyusun strategi pemasaran, strategi operasional, serta proyeksi pertumbuhan usaha.

Dengan demikian, market research menjadi salah satu fondasi dalam proses perencanaan bisnis.

Mengapa Menggunakan Jasa Market Research?

Pelaksanaan market research memerlukan metodologi penelitian, teknik pengumpulan data, serta proses analisis yang sesuai dengan tujuan penelitian.

Melalui jasa market research, perusahaan dapat memperoleh data yang relevan untuk mendukung penyusunan studi kelayakan maupun business plan.

Hasil penelitian tersebut membantu perusahaan memahami kondisi pasar sebagai bagian dari proses evaluasi investasi dan penyusunan strategi bisnis.


Market research dan analisis kompetitor merupakan bagian penting dalam penyusunan studi kelayakan maupun business plan. Keduanya membantu perusahaan memahami kondisi pasar, karakteristik konsumen, tingkat persaingan, serta peluang pengembangan yang tersedia dalam suatu industri.

Melalui proses pengumpulan dan analisis data yang sistematis, perusahaan memperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam mengevaluasi rencana investasi, menyusun strategi bisnis, dan mengembangkan usaha sesuai dengan dinamika pasar.


Share this article:

C
Written by

Content Manager

email content@grapadi.com

Related Articles

Subscribe to Our Newsletter

Dapatkan insights dan research terbaru langsung ke inbox Anda.