Dalam banyak industri, perusahaan berlomba mendapatkan pelanggan yang sama. Mereka menawarkan produk yang semakin mirip, melakukan promosi, menurunkan harga, dan berusaha mengambil pangsa pasar dari kompetitor.
Kondisi seperti ini menggambarkan red ocean, yaitu pasar dengan persaingan yang sudah sangat tinggi.
Sebaliknya, konsep Blue Ocean Strategy yang diperkenalkan W. Chan Kim dan Renée Mauborgne menawarkan pendekatan berbeda: perusahaan tidak selalu harus memenangkan persaingan di pasar yang sudah ada, tetapi dapat menciptakan ruang pasar baru dengan menawarkan kombinasi nilai yang berbeda.
Apa Itu Blue Ocean Strategy?
Blue Ocean Strategy berangkat dari gagasan bahwa perusahaan dapat menciptakan pertumbuhan dengan mencari uncontested market space, yaitu ruang pasar yang belum diperebutkan secara intensif oleh kompetitor.
Tujuannya bukan sekadar membuat produk yang berbeda, tetapi menciptakan value innovation—kombinasi antara inovasi dan penciptaan nilai bagi pelanggan.
Perusahaan berusaha meningkatkan nilai yang diterima pelanggan sekaligus mencari cara menghilangkan atau mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai cukup besar.
Red Ocean dan Blue Ocean
Perbedaan keduanya dapat dilihat secara sederhana.
Red OceanBlue OceanBersaing dalam pasar yang sudah ada | Menciptakan ruang pasar baru
Fokus merebut pelanggan kompetitor | Fokus menciptakan permintaan baru
Persaingan harga dapat tinggi | Persaingan langsung dapat berkurang
Produk cenderung mengikuti standar industri | Menawarkan kombinasi nilai baru
Fokus pada kompetisi | Fokus pada value innovation
Namun, blue ocean bukan berarti perusahaan tidak memiliki kompetitor sama sekali.
Pasar baru dapat menarik pemain lain ketika peluangnya mulai terlihat. Karena itu, perusahaan tetap membutuhkan strategi untuk mempertahankan keunggulannya.
Value Innovation Menjadi Inti Strategi
Salah satu konsep utama Blue Ocean Strategy adalah value innovation.
Perusahaan tidak hanya bertanya:
“Bagaimana membuat produk lebih murah?”
atau:
“Bagaimana membuat produk lebih canggih?”
Tetapi:
“Apa nilai yang benar-benar dibutuhkan pelanggan, dan bagaimana kita dapat memberikannya dengan model biaya yang lebih efektif?”
Misalnya sebuah perusahaan menemukan bahwa pelanggan sebenarnya tidak membutuhkan banyak fitur tambahan, tetapi lebih membutuhkan kemudahan penggunaan dan harga yang sederhana.
Perusahaan kemudian dapat mengurangi fitur yang tidak terlalu bernilai dan mengalokasikan sumber daya kepada aspek yang benar-benar penting bagi pelanggan.
Four Actions Framework
Blue Ocean Strategy menggunakan kerangka Four Actions Framework, yaitu:
Eliminate
Apa saja faktor yang selama ini dianggap penting oleh industri tetapi sebenarnya tidak lagi memberikan nilai yang signifikan?
Perusahaan dapat menghilangkan aktivitas atau fitur yang tidak dibutuhkan.
Reduce
Apa yang sebaiknya dikurangi hingga di bawah standar industri?
Misalnya proses yang terlalu kompleks atau biaya yang tidak memberikan manfaat signifikan kepada pelanggan.
Raise
Apa yang perlu ditingkatkan melebihi standar industri?
Hal tersebut dapat berupa layanan, kemudahan, kualitas, kecepatan, atau aspek lain yang benar-benar dihargai pelanggan.
Create
Apa yang belum ditawarkan industri tetapi dapat menciptakan nilai baru?
Inilah bagian penting dari strategi blue ocean karena perusahaan mencoba menciptakan faktor kompetisi yang sebelumnya belum menjadi perhatian utama.
Apakah Blue Ocean Selalu Lebih Baik?
Tidak.
Menciptakan pasar baru memiliki risiko tersendiri.
Ketika perusahaan memasuki ruang pasar yang belum terbentuk, ukuran permintaan mungkin belum jelas. Konsumen mungkin belum memahami produk. Biaya edukasi pasar dapat tinggi dan model pendapatan belum tentu terbukti.
Karena itu, blue ocean bukan berarti risiko rendah.
Justru perusahaan perlu menguji apakah kebutuhan yang ingin diciptakan benar-benar memiliki potensi ekonomi.
Blue Ocean dan Studi Kelayakan
Di sinilah pendekatan Blue Ocean Strategy perlu dikombinasikan dengan analisis bisnis yang lebih terukur.
Misalnya perusahaan menemukan konsep produk yang belum tersedia di pasar. Secara strategis, peluang tersebut terlihat menarik.
Namun perusahaan tetap perlu mengetahui:
- siapa calon konsumennya;
- seberapa besar potensi pasar;
- berapa harga yang bersedia dibayar;
- siapa kompetitor potensial;
- berapa kebutuhan investasi;
- berapa biaya operasional;
- bagaimana model distribusinya;
- dan kapan investasi berpotensi menghasilkan return.
Dalam kondisi seperti ini, jasa studi kelayakan dapat membantu menguji apakah konsep bisnis tersebut memiliki dasar pasar dan finansial yang cukup kuat.
Dengan demikian, Blue Ocean Strategy dapat digunakan untuk menemukan arah peluang, sedangkan studi kelayakan membantu menguji kelayakan peluang tersebut.
Blue Ocean dan Business Plan
Setelah perusahaan menemukan peluang baru, strategi tersebut perlu diterjemahkan menjadi rencana yang lebih konkret.
Business plan dapat menjelaskan:
- target customer;
- value proposition;
- model pendapatan;
- strategi pemasaran;
- kebutuhan sumber daya;
- struktur biaya;
- rencana operasional;
- kebutuhan modal;
- serta proyeksi keuangan.
Karena itu, jasa bisnis plan dapat digunakan untuk menerjemahkan konsep Blue Ocean menjadi strategi bisnis yang lebih terstruktur.
Ide yang menarik tanpa rencana implementasi yang jelas tetap memiliki risiko tinggi.
Blue Ocean Harus Didukung Competitive Advantage
Pasar baru tidak selamanya kosong.
Jika konsep bisnis berhasil, kompetitor dapat masuk dan menawarkan produk serupa.
Karena itu, perusahaan perlu memikirkan bagaimana mempertahankan keunggulannya melalui brand, teknologi, biaya, jaringan distribusi, customer relationship, data, atau kapabilitas tertentu.
Di sinilah Blue Ocean dapat dihubungkan dengan teori competitive advantage dan Resource-Based View.
Perusahaan tidak hanya menciptakan pasar baru, tetapi juga perlu membangun kemampuan yang membuatnya mampu bertahan ketika kompetisi mulai muncul.
Menguji Asumsi Sebelum Investasi
Salah satu risiko terbesar dalam strategi inovasi adalah terlalu percaya pada asumsi internal.
Manajemen dapat menganggap:
“Konsumen pasti membutuhkan produk ini.”
Padahal belum tentu.
Karena itu, sebelum mengeluarkan investasi besar, perusahaan dapat melakukan validasi melalui market research, customer interviews, pilot project, prototype, atau analisis permintaan.
Jika hasil validasi menunjukkan respons pasar yang positif, perusahaan dapat melanjutkan ke analisis investasi yang lebih mendalam.
Blue Ocean Strategy menawarkan perspektif bahwa pertumbuhan tidak selalu harus diperoleh dengan merebut pelanggan dari kompetitor.
Perusahaan dapat mencari ruang pasar baru melalui value innovation, dengan mempertimbangkan apa yang perlu dihilangkan, dikurangi, ditingkatkan, dan diciptakan.
Namun, menciptakan pasar baru bukan berarti investasi otomatis menjadi layak. Ketidakpastian permintaan, kebutuhan edukasi pasar, biaya pengembangan, dan potensi masuknya kompetitor tetap harus diperhitungkan.
Karena itu, kombinasi Blue Ocean Strategy, jasa studi kelayakan, dan jasa bisnis plan dapat membantu perusahaan bergerak dari ide → validasi pasar → pengujian kelayakan → strategi implementasi.
Dengan pendekatan tersebut, inovasi tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diuji apakah benar-benar memiliki potensi untuk menjadi bisnis yang menghasilkan nilai.